Gaya Hidup Minimalis : Panduan Lengkap untuk Memulai Hidup Berarti

minimalis

 

CDE  adalah brand sepatu Indonesia yang didesain menggunakan filosofi minimalis. Melalui panduan ini, kami mencoba memulai gerakan  gaya hidup minimalis sebagai gerakan yang akan sangat bermanfaat terhadap kebutuhan jasmani dan psikologi para masyarakat urban (perkotaan). Besar harapan CDE agar gaya hidup minimalis ini diterima dan berguna juga buat kamu.

Apakah kamu sering merasa bete, sumpek atau ruwet? Ingin perubahan, tapi bingung mulai dari mana? Kabar baiknya, dimulai dari hal kecil seperti mengubah kebiasaan dapat membawa angin segara dalam hidupmu.

Pernah dengar minimalis kan?

Kalau kamu rajin buka Instagram, para blogger atau influencer yang kamu follow pasti sering tuh share berbagai foto-foto minimalis. Mulai dari style pakaian minimalis dengan warna yang halus, atau meja kerja mereka yang sangat rapi dan kosong namun entah kenapa Instagram-able banget (biasanya diselinging majalah Kinfolk atau Monocle), atau makanan mereka yang sangat “minimal” namun terlihat indah di foto.

Itulah tren minimalis yang sedang populer di kalangan Milenial. Namun tidak banyak yang tahu kalau sebenarnya minimalis itu bukan hanya tentang estetika aja, minimalis juga sebuah gaya hidup, sebuah pilihan untuk membuat hidupmu lebih sederhana dan bernilai. Dibalik indahnya foto yang dishare para influencer, ada filosofi gaya hidup yang membuat hidup mereka begitu bernilai, dan kamu juga bisa menjadi bagian dari perubahan gaya hidup tersebut? Mau?

Dalam artikel ini, kami akan mengajarkanmu prinsip-prinsip fundamental dari gaya hidup minimalis. Kami juga akan membagikan berbagai ide-ide yang relevan dan bisa dipraktikan di Indonesia. Veteran ataupun pemula, kami yakin panduan ini akan sangat bermanfaat untukmu.

gaya hidup minimalis

 

DAFTAR ISI :

  • Apa itu gaya hidup minimalis?
  • Bagaimana mengaplikasikan gaya hidup minimalis dalam hidupmu
  • Hal-hal yang harus ditinggalkan seorang minimalis
  • Ide Minimalis untuk pemula
  • Ide Minimalis untuk veteran
  • Tantangan 30 hari menuju minimalis

Apa itu gaya hidup minimalis?

Prinsip utama dari minimalis adalah : buang segala sesuatu yang tak berarti dalam hidupmu, agar kamu punya tempat untuk sesuatu yang berarti dalam hidupmu.

Kurangi

keribetan, pikiran negatif, hubungan yang tidak sehat

Tambahkan

ruang, waktu, dan energi untuk hal yang bernilai bagimu

Esensi dari gaya hidup minimalis adalah mencari tahu hal apa yang sebenarnya penting dan berarti bagimu dan mana yang tidak berarti bagimu, baik itu berupa objek fisik, aktivitas, orang lain atau pikiran. Terdengar simpel, kan? Namun sayangnya dalam hidup, kita seringkali mengentengkan hal tersebut dan justru terperangkap dalam jebakan kebiasaan atau norma sosial.

Buat apa menyimpan sesuatu yang tidak berarti?

Alih-alih menyadari apa yang sebenarnya kita inginkan, kita justru lebih berfokus terhadap apa yang sebaiknya kita inginkan (sebaiknya : menurut konstruksi masyarakat. Seperti kamu sebaiknya menikah sebelum umur XX, atau kamu sebaiknya bekerja sebagai XX). Akibatnya, kita tanpa sadar mulai meninggalkan nilai-nilai (visi, misi, mimpi, keinginan terpendam) yang pernah kita anut dan sebaliknya berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan yang ditawarkan oleh kebiasaan konsumerisme. Membeli lebih dari apa yang kita butuhkan, mengisi jadwal kegiatan sampai penuh, menghabiskan waktu bersama orang-orang yang tidak kita inginkan, membuka social media karena FOMO, meski sebenarnya kamu hanya ingin menghabiskan waktu di kamar untuk netflix and chill.

Minimalis adalah gaya hidup untuk membuat keputusan yang penuh kesadaran untuk memilih apa yang berarti bagi kita dan meninggalkan apa yang tidak berarti bagi kita. Sampai sini, mungkin kita kerap kali berbicara tentang arti, namun apakah arti hidup itu? Joshua Millburn, penulis buku Minimalism menyebutkan ada 5 nilai yang menjadi fondasi untuk memiliki hidup yang berarti, yaitu :

– Kesehatan : Kamu memerlukan tubuh yang sehat agar bisa menjalani hidup secara maksimal. Semua tidak ada artinya jika tiba-tiba kamu divonis kanker pankreas stadium 4 dan hanya memiliki sisa hidup 2 bulan. Kesehatan itu wajib.

– Hubungan : Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa memiliki hubungan sosial dengan orang lain. Semua kesuksesanmu tidak ada artinya jika kamu tidak memiliki siapapun untuk berbagi kebahagiaan. Hubungan itu penting.

– Passion (gairah) : Hidup tidak ada artinya jika kamu tidak memilih gairah atau antusiasme untuk menjalankan apapun. Kamu butuh passion untuk membuatmu hidupmu bernilai.

– Pertumbuhan : Manusia selalu ingin bertumbuh menjadi lebih baik, karakteristik tersebutlah yang mengantarkan manusia menuju peradaban yang lebih maju. Tanpa pertumbuhan, hidupmu takkan ada artinya.

– Kontribusi : Ketika seluruh kebutuhan pribadimu sudah tercukupi, akan timbul dalam dirimu keinginan untuk berkontribusi terhadap suatu isu. Itulah mengapa banyak orang kaya yang menjadi filantropis. Namun berkontribusi bukan hanya untuk orang kaya, dan kamu tidak hanya bisa berkontribusi dengan uang, namun juga waktu atau energi. Hidupmu tak berarti tanpa kontribusi.

Kelima nilai tersebut menjadi dasar bagimu untuk memiliki hidup yang berarti. Dalam membuat keputusan, idealnya kamu memilih sesuatu yang dapat meningkatkan salah satu dari kelima nilai tersebut dan sebaiknya meninggalkan sesuatu yang berdampak negatif terhadap salah satu dari kelima nilai tersebut. Sebagai contoh, mengurangi kebiasaan merokok berdampak positif terhadap nilai kesehatan, dan uang yang kamu gunakan untuk membeli rokok dapat digunakan untuk yang lebih positif, seperti mengajak orang tuamu makan malam di luar (nilai hubungan).

Meski 5 nilai tersebut sama pentingnya, tak bisa dipungkiri setiap orang memiliki skala prioritasnya sendiri. Salah seorang teman saya adalah pecinta gaya hidup sehat. Dia bisa menghabiskan waktu 6 hari sekali untuk fitness dan mengikuti diet kesehatan yang sangat ketat. Bagi dia, nilai kesehatan adalah nilai yang paling penting. Sebaliknya juga ada orang yang menganggap kontribusi sebagai hal yang paling penting. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk berbagai kegiatan sosial dan bahkan masih bisa mendonasikan uangnya untuk kepentingan umum. It’s your choice.

Minimalis itu fleksibel dan bersifat personal. Namun dibalik fleksibilitas tersebut, terkadang ada kendala bagimu untuk menentukan pilihan mana yang diambil. 3 pedoman minimalis  ini akan membantumu membuat pilihan.

MENGURANGI KERUMITAN

Terkadang kamu menemui kesulitan dalam hidup yang menghalangimu untuk meraih kebahagiaan. Beberapa mungkin memang tidak bisa dihindari, namun seringkali sebenarny akamu memiliki pilihan yang bisa kamu ambil untuk menghindarinya.

Sebagai contoh, kita seringkali membuat jadwal yang terlampau penuh dengan dalih agar merasa produktif. Problematika masyarakat perkotaan dan terutama oleh mereka yang sedang mengejar karir di kota adalah stigma negatif dari waktu kosong. Kita sangat anti terhadap “waktu kosong” sehingga tak jarang lebih memilih untuk “terlalu banyak kegiatan”dibanding “kurang kegiatan”. Padahal apakah seluruh kegiatan tersebut memiliki nilai bagi dirimu? Hanya kamu yang bisa menjawab. Ini barulah salah satu contoh dalam aspek aktivitas. Ada banyak kerumitan yang seharusnya bisa kamu kurangi yang akan membuat hidupmu lebih baik.

MENGATUR EKSPEKTASI

Setiap orang menginginkan banyak hal dalam hidupnya. Itu normal. Namun masalahnya, segala keinginan tersebut tak jarang memberikan tekanan yang berlebihan dalam hidupnya. Ketika apa yang kamu inginkan tidak sejalan dengan realita, maka terkadang kita akan merasa frustasi (atau lebih buruknya, depresi).

Mengadopsi gaya hidup minimalis membantu kita untuk mengurangi jumlah keinginan dan menghargai apa yang sudah kita miliki. Seringkali kita memiliki banyak keinginan karena kita tidak tahu benar-benar tahu apa yang sebenarnya kita inginkan. Melihat instagram teman yang sedang berlibur, membuat kita ingin traveling. Sementara ada teman lainnya yang membagikan momen romantis bersama pasangannya dan kita juga merasa ingin. Beberapa feed dibawahnya kita menemukan ada teman yang baru saja memperoleh promosi karena prestasi kerja dan kamu tiba-tiba merasa ingin lebih sukses juga. Di era digital, sangat mudah bagi kita untuk tergoda atas berbagai macam keinginan.

Namun dengan menyadari bahwa kita tidak akan bisa meraih seluruh keinginan yang ada, kita dapat membuat prioritas atas keinginan yang benar-benar bernilai dalam hidupmu.

MERAIH KESEIMBANGAN

Mungkin kamu sering mendengar kalau minimalis berarti hidup seminim mungkin, bahkan ada yang ekstrim sampai 1 ruang tidur cuma diisi sebuah kasur saja tanpa ada barang lainnya. Itu bukanlah gambaran gaya hidup minimalis yang tepat. Tidak ada aturan baku yang membatasi jumlah barang yang bisa kamu miliki, jumlah aktivitas yang bisa kamu jalankan, dan lain-lain.

Minimalis adalah sebuah pola pikir yang menyadari bahwa kamu bisa memiliki sesuatu selama itu dalam batas wajar.

Sadar akan apa yang kamu inginkan, dan apa yang bernilai bagimu. Bukannya menghapus segala sesuatu tanpa pandang bulu.

KESIMPULAN

Minimalis bukanlah permainan angka. Ini bukan tentang memiliki seminim mungkin barang, atau menjalankan sesedikit mungkin aktivitas. Ini adalah sebuah gaya hidup dimana kamu memilih untuk melakukan atau memiliki apapun yang kamu inginkan dan memilih untuk tidak melakukan atau memiliki apapun yang tidak kamu inginkan. Jadi kalau kamu pecinta sepatu (seperti CDE nih) dan kamu memiliki 30 pasang sepatu dalam lemari, tidak masalah, kamu tetap bisa hidup minimalis sambil memiliki 30 pasang sepatu tersebut. Namun jika lemarimu sudah penuh terisi 6 pasang sepatu dan setiap harinya kamu hanya menggunakan 1 sepatu sementara 5 sepatu lainnya hanya mengoleksi debu saja, nah itu saatnya insting minimalismu bekerja. Oleh karena itu, minimalis memiliki arti dan standar yang berbeda bagi setiap orang. Apa yang oleh seseorang dirasa “terlalu ramai”, bisa jadi merupakan sebuah tempat tinggal yang sangat ideal bagi orang lainnya. Value is in the eye of beholder.

Setiap orang memiliki jalan hidup dan standar nilai yang berbeda.

Jadi, dalah sebuah miskonsepsi jika kita menganggap minimalis itu hanya tentang “mengurangi”. Yang lebih benar, minimalis adalah mengurangi hal buruk agar kita memiliki ruang untuk hal baik.

MINIMALIS ITU BUKAN…

Dalam bagian ini, mungkin kamu sudah memiliki gambaran tentang apa itu minimalis. Namun terkadang, kita tergoda untuk memberi label yang terlewat kaku. Hidup bukan hanya hitam dan putih saja. Kita bisa bilang bahwa warna hitam itu lebih gelap dibanding warna abu-abu tua, seperti halnya bahwa lemari berisi 20 buah pakaian akan terlihat lebih rapi dibanding lemari berisi 35 buah pakaian. Namun bukan berarti lemari berisi 35 pakaian otomatis menjadi tidak rapi dan minimal (Secara ilmiah, ada sebuah konsep yang disebut kontinum, yaitu sesuatu yang dianggap sebagai satu keseluruhan, atau struktur yang berterusan yang tidak harus dipisahkan). Dalam hal ini, meski yang satu lebih minimal dibanding yang lainnya, keduanya masih bisa dianggap minimal.

Dan karena kita tahu minimalis itu bersifat personal, maka standar setiap orang berbeda-beda. Jadi daripada kita terus membahas apa itu minimalis, dalam bagian ini kita akan langsung membahas apa yang BUKAN minimalis itu.

1. Minimalis itu meninggalkan semua barang yang kamu miliki

Meski sebagian besar bagian dari gaya hidup minimalis adalah menghapus sesuatu dalam hidupmu. Namun fokusnya bukanlah pada apa yang kamu hapus, namun pada apa yang bisa kamu dapatkan dari menghapus hal tersebut. Sebagai contoh, ketika kamu memutuskan untuk mengurangi jumlah pakaian di lemarimu, maka akan lebih mudah bagimu untuk merawat pakaian lainnya yang kamu pertahankan, selain itu kamu tidak perlu merasa sumpek ketika melihat tumpukan baju yang tidak pernah kamu pakai.

2. Minimalis itu hidup serba terbatas

Ada orang yang menganggap kalau hidup sebagai minimalis itu susah karena kamu tidak bisa memiliki ini-itu selain yang bersifat esensial, padahal banyak barang yang akan membuat hidup lebih mudah.
Tentu memiliki mesin pembuat kopi akan mempermudah ketika kamu ingin menikmati kopi bukan? Namun jika kamu hanya membuat kopi dua bulan sekali, apakah benar begitu?
Seringkali barang yang kita beli karena awalnya dianggap berguna justru hanya berakhir menjadi pajangan saja di rumah. Itupun kamu masih harus meluangkan waktu untuk membersihkannya tiap minggu.
Minimalis itu bukan meninggalkan sesuatu yang sering kamu gunakan dan bermanfaat bagimu, namun meninggalkan sesuatu yang sudah tidak bermanfaat lagi agar hidupmu lebih rapi.

3. Minimalis itu berarti hidup hemat

Bukan berarti hidup hemat itu buruk, namun hemat itu fokusnya ke aspek finansial. Gaya hidup minimalis memang seringkali secara tidak langsung membantumu berhemat. Bahkan tak jarang ada yang memilih gaya hidup minimalis karena ingin lebih hemat. Namun berhemat bukanlah tujuan utama dari minimalis.
Seorang minimalis bahkan tidak keberatan untuk membayar mahal untuk sesuatu yang benar-benar bernilai untuk dirinya.

4. Minimalis berarti tidak bisa memiliki koleksi

Salah satu kesalahpahaman mengenai minimalis adalah kalau kamu tidak bisa memiliki koleksi apapun, terutama yang berbentuk fisik. Sekal lagi, minimalis bukan berarti kamu harus meninggalkan sesuatu yang kamu cintai. Jika kamu pecinta handbag atau action figure dan koleksi tersebut membuatmu bahagia, bukan berarti kamu tidak bisa menyimpannya semua. Kuncinya ada dalam kata “kurasi”.
Seperti musium yang hanya menampilkan karya seni yang sesuai dengan hasil kurasi, mungkin kamu bisa meng-kurasi koleksimu sehingga kamu hanya mempertahankan koleksi yang paling bernilai bagimu. Bagaimana jika semuanya bernilai? Well, keep it then. Kamu bisa menyediakan satu ruangan khusus untuk menyimpan koleksimu. Tidak masalah.

5. Minimalis berarti tinggal di ruangan putih yang kosong

Memang benar kalau salah satu estetik paling populer dari ruang minimalis adalah ruangan dengan tembok berwana putih dan minim furnitur, namun itu bukan satu-satunya syarat sebuah minimalis. Ruang minimalis adalah ketika apa yang ada dalam ruangan tersebut adalah sesuatu yang bermanfaat atau kamu sukai. Itu artinya standar ruang minimalis setiap orang berbeda dan jika kamu memang menyukai warna yang terang, kamu tetap bisa mendesain ruang yang minimalis. Sebagai contoh, cozy minimalist adalah pengaturan ruang yang tetap sesuai dengan prinsip minimalis, namun atmosfir yang dimiliki terasa lebih cozy (hangat, atau nyaman). Tidak ada aturan baku yang membatasi penggunaan kata “ruang minimalis”, jadi kamu bebas berkreasi secara estetika selama kamu tetap mengikutk prinsip minimalis.

6. Minimalis itu tentang benda fisik

Meski dalam banyak hal, minimalis berkutat dengan segala hal yang memiliki tampilan fisik, namun itu hanyalah salah satu bagian saja dalam gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis yang sebenarnya dapat diaplikasikan dalam seluruh bagian kehidupanmu. Mulai dari memilih apa yang kamu makan, mengelola waktu dan keuangan, hingga menentukan lingkaran sosial. Manfaat dari menerapkan gaya hidup minimalis dapat kamu rasakan di seluruh area hidupmu.

Ketika kamu memulai hidup minimalis, mungkin kamu akan memiliki banyak pertanyaan. Itu wajar saja. Namun seiring berjalannya waktu dan dengan bertambahnya pengalaman, kamu akan memiliki kebijaksanaan tersendiri yang akan mengasah pola pikir minimalismu.

Di bagian ini, kita sudah membahas beberapa miskonsepsi tentang minimalis. Dalam bagian selanjutnya, CDE akan membagikan ide-ide agar kamu bisa langsung memiliki pengalaman langsung.

MENGAPLIKASIKAN GAYA HIDUP MINIMALIS DALAM HIDUPMU

Ketika kamu memilih untuk menjalani gaya hidup minimalis, maka kamu akan menghadapi perubahan dalam berbagai aspek hidupmu dengan tujuan untuk membuatmu hidupmu lebih berarti. Namun bagaimana memulainya? Hidup secara minimalis bukan berarti kamu harus menjual seluruh barang-barangmu, kemudian pindah tinggal di kabin tengah hutan, mengasingkan diri dari peradaban modern. Minimalis itu berbeda untuk setiap orang.

Beberapa orang suka mengikuti rutinitas perawatan diri yang minimal (dan memang sedang trend), beberapa lainnya memang memilih untuk membatasi jumlah barang yang dimilikinya, dan tak jarang juga ada yang mengikuti tren fashion minimalis untuk menyalurkan passion minimalist lifestyle. Tidak ada salah ataupun benar, tiap orang bebas menjalankan gaya hidup minimalis sejauh yang mereka inginkan. Bisa jadi kamu ingin mencoba memulai dari hal kecil dahulu sebelum menceburkan dirimu ke “surga minimalis”, atau jika kamu seorang “born minimalist“, bisa jadi kamu ingin menerapkan minimalis lebih dalam lagi dalam hidupmu. no problem.

Praktisi hidup minimalis, sekaligus blogger, Jenny Mustard mengatakan,”Bagi saya minimalis berarti menyederhanakan seluruh bagian hidupmu. Tidak ada aturan baku ketika kita berbicara tentang minimalis, semua orang dapat menyebut diri mereka minimalis. Kamu tidak perlu bergabung dengan sebuah kelompok, menjadi fans dari seorang figur, atau membaca sebuah textbook, atau apapun lainnya itu”. Kutipan tersebut sekaligus meng-ilustrasikan bahwa minimalis itu tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Beda dengan misalnya gaya hidup vegan dimana ada aturan baku tentang apa yang bisa kamu konsumsi, dan apa yang tidak bisa kamu konsumsi.

Bagi kami di CDE, minimalis adalah sebuah perjalanan untuk mencapai hidup yang lebih berarti. Tidak ada endgoal karena kita tidak mengetahui tujuan akhir dari perjalanan hidup kita. Oleh karena itu, dari waktu ke waktu, akan ada perubahan dalam gaya hidup, namun semuanya diambil dengan kesadaran penuh atas filosofi minimal dengan mempertimbangkan kelima nilai hidup yang telah dijelaskan sebelumnya.

Yang akan kami bagikan selanjutnya hanyalah starting point atau lebih tepatnya, inspirasi. Pada akhirnya kamulah yang akan menentukan sendiri bagaimana menerapkannya dalam hidupmu. Kami sengaja menggunakan objek berbentuk fisik sebagai konteks agar contoh yang diberikan lebih mudah dipahami dan tidak terkesan abstrak, namun dalam tahap ini, kalian tentunya sudah paham bahwa minimalis tidak hanya tentang objek fisik, namun juga objek non-fisik (hubungan, aktivitas, waktu, dll).

1.BERHENTI MENIMBUN

Apakah kamu akan mengenakan kaos merahmu yang tersimpan di lemarimu paling bawah? Bagaimana dengan buku pengembangan diri yang tidak pernah kamu baca lebih dari bab 1? Atau masih ingatkah kamu dengan mixer yang kamu beli ketika diskon dengan alasan kamu berjanji untuk membuat cookies setiap minggunya (namun hanya pernah keluar dari boks 2x dalam 3 tahun terakhir)? Luangkan waktu sehari (atau mungkin seminggu, tergantung berapa banyak barang) untuk meng-inventaris semua barang yang kamu miliki dan tanyakan pertanyaan ini : berapa kali kamu pernah menggunakannya, berapa kali kamu berniat menggunakannya di kemudian hari dan bagaimana barang ini dapat bermanfaat dalam hidupmu. Jika ini adalah barang yang jarang kamu gunakan, atau barang yang tidak berniat kamu gunakan di masa depan, atau barang yang sudah tidak berguna lagi bagimu, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mendonasikannya atau menjualnya (jangan pasang harga yang terlalu tinggi atau barang tersebut tidak akan pernah keluar dari rumahmu).

Hindari godaan “siapa tahu lain kali butuh” untuk menghindari kebiasaan menimbun

2. HANYA BELI SESUATU YANG KAMU BUTUHKAN

Di bagian sebelumnya, kamu sudah berhasil mengeluarkan barang yang tidak kamu butuhkan dari kehidupanmu, namun jangan sampai kamu mengulang kesalahan yang sama dengan mengumpulkan barang lainnya dan membuat timbunan baru. Untuk memastikan hal yang sama tidak terjadi kembali, belajar untuk mengendalikan diri dan menghindari pembelian secara impuls. Kami tahu, melihat hand bag motif bunga didiskon 70% memang sangatlah menggoda, namun tanyakan pada dirimu apakah kamu benar-benar membutuhkannya. Sebagai tes, tanyakan juga,”Jika harganya 3x lipat, apakah saya akan membelinya?”. Jika tidak, kemungkinan kamu tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut.

3. MERANGKUL DUNIA DIGITAL

Apakah kamu membutuhkan seluruh foto masa kecilmu dalam bentuk album fisik? Atau bagaimana dengan ratusan kaset DVD film seri favoritmu? Meski koleksi fisik memiliki keasyikan tersendiri, namun dalam banyak kasus, kamu tidak benar benar membutuhkan semuanya dalam bentuk fisik. Kenapa tidak simpan saja dalam media digital, bukan hanya lebih aman (jika kamu memang menyimpannya dengan benar) dan hemat tempat, namun kamu juga dapat mengaksesnya kapanpun yang kamu mau (selama kamu tersambung dengan internet atau gadget digital). Simpan beberapa koleksi fisik yang paling berkenang bagimu dalam satu kotak tersendiri, dan sisanya dapat hidup dalam dunia digital.

4. PINJAM DARIPADA MEMBELI

Kami tahu, memiliki itu memberikan kepuasan tersendiri. Entah itu memiliki lemari yang penuh berisi koleksi buku, atau jika kamu pecinta game, melihat koleksi game Steam yang tidak pernah akan kamu selesaikan. Namun jika kamu tidak berniat menggunakannya dalam jangka panjang, buat apa membelinya. Kamu dapat menyewa buku di perpustakaan, dan jika menyukainya baru kamu bisa memutuskan untuk membeli.

Hal yang sama juga berlaku untuk beberapa pakaian dan aksesoris yang tidak akan kamu gunakan terus menerus seperti dress, tuxedo, handbag (selain yg bersifat esensial) melalui situs seperti Style Theory atau Dresscodes. Cara ini juga sangat tepat untuk memuaskan hasratmu untuk mencoba varian baru. Terkadang mungkin kamu merasa jenuh dan ingin mencoba hal yang diluar kebiasaan. Itu normal kok. Namun alih-alih harus melanggar aturan yang kamu buat sendiri, kamu dapat menyewa tanpa harus memilikinya, sehingga aturanmu tetap safe.

5. BUAT ATURANMU SENDIRI

Mengikuti standar yang ditentukan oleh orang lain itu mudah, bagaikan mengikuti orang yang berjalan di depanmu. Namun apakah tujuanmu dengan orang tersebut akanlah sama? Belum tentu. Hanya kamu sendiri yang sebenarnya mengetahui arti hidup seperti apa yang kamu inginkan.

Itulah mengapa pentingnya bagimu untuk membuat aturan yang sesuai dengan nilai hidupmu sendiri. Jika kamu tahu persis apa saja yang dapat memberikanmu kebahagiaan, maka akan lebih mudah bagimu untuk menentukan hal yang diperlukan dan hal yang tidak diperlukan.

Kelimah pedoman tersebut hanyalah contoh sederhana guna memberimu gambaran untuk memulai gaya hidup minimalis. Bahkan mungkin kamu sudah memiliki ide tentang bagaimana mengadopsinya dalam kehidupanmu sehari-hari? Bagus sekali. Tak perlu ragu untuk mencoba berbagai hal baru yang mungkin tidak disebutkan dalam panduan ini. Bagaimanapun juga, gaya hidup minimalis merupakan sebuah perjalanan bagimu untuk mengenal dirimu lebih dekat lagi.

Pada bagian berikutnya, kita akan melihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *