Pastikan Liburan Bareng Teman Berjalan Lancar dengan 6 Strategi Patungan Biaya Ini.

Lebaran udah dekat, artinya rencana liburan bareng teman yang sudah kamu tunggu-tunggu akan segera terealisasi. Tapi jangan sampai memori indah yang kamu buat selama liburan ternoda gara-gara masalah uang seperti cerita di bawah ini:

Ekspresi Nydia dan Jane dalam foto-foto liburan mereka di Bali yang di-posting di Instagram dan Facebook nampak penuh keceriaan. Menikmati sunset di Potato Head Beach Club. Berjemur sambil menyantap pizza di The Finns Hotel, Uluwatu. Not guilty pleasure berkat menu sehat di Nalu Bowls. Tapi di balik keseruan yang dipamerkan di media sosial, diam-diam Jane menyimpan kegundahan. Beberapa kali Jane harus membayar makanan dan minuman di kafe atau restoran yang mereka datangi. Nydia berkilah, “Nanti aku ganti, ya. Sorry aku lagi enggak bawa uang tunai, nih.” Sampai liburan usai, Nydia tidak pernah berusaha menyinggung lagi soal biaya yang harus dibagi. Bahkan ketika mereka sudah kembali ke ibukota menekuni pekerjaan rutin.

Btw ini cerita fiktif ya, kalau ada kesamaan nama itu hanya kebetulan saja 🤣🤣.

Ketidakjelasan pembagian biaya liburan bersama teman bukan cuma menimbulkan kerugian finansial kepada salah satu pihak, tapi juga mengancam kelanggengan persahabatan. Daripada terpaksa makan mie instan saat tanggal tua gara-gara malu membahas pengeluaran liburan bersama teman, mending lakukan strategi ini:

1. Menetapkan budget liburan

Kamu dan temanmu masing-masing pasti punya budget liburan yang berbeda. Tentukan target biaya sebelum liburan dimulai agar kalian merasa nyaman satu sama lain. Ini juga akan membuat penyusunan itinerary menjadi lebih mudah. Kamu tidak perlu menerka nerka lagi apakah rencana liburan akan overbudget atau justru underbudget.

2. Mekanisme patungan biaya liburan

Ada orang yang dari awal bersedia menalangi pos biaya yang besar, seperti mem-booking penginapan. Ada yang membayar biaya transportasi. Pastikan dari awal jadwal dan mekanisme pembayaran pengeluaran-pengeluaran ini. Misal, sehari setelah liburan, semua orang akan dapat tagihan dan harus membayar maksimal tujuh hari ke depan. Kalau perlu dalam bentuk tertulis supaya tidak terjadi keributan.

Untuk menghindari kerepotan, kita bisa membuat semacam uang kas yang akan dihabiskan bersama-sama. Misal, empat orang teman masing-masing sepakat menyisihkan lima juta untuk keperluan transportasi dan penginapan liburan di Eropa. Total dua puluh juta ini disatukan sehingga pengeluaran akan diambil dari uang kas tersebut. Kalau ada sisa di akhir liburan, baru akan dibagi secara rata diantara kalian.

3. Relawan Akuntan

Minimal satu orang dari anggota liburan harus bersedia jadi relawan akuntan. Dia yang akan mencatat pengeluaran yang wajib dibagi. Tentunya peran sebagai akuntan dadakan ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang teliti, pintar berhitung dan cukup tegas.

4. Patungan Makanan

Ini yang paling tricky. Biasanya ada orang yang makan lebih sedikit, ada yang pemilih makanan, ada yang porsi makannya banyak. Sebaiknya pastikan restoran mau membagi bill untuk tiap orang. Kalau pun tidak, bawa uang tunai agar tiap orang segera bisa membayar tagihan kepada yang menalangi biaya konsumsi saat itu. Pilihan terakhir yang paling simpel adalah membagi pengeluaran makanan secara rata tanpa memperhitungkan porsi dan makanan setiap orang. Pastikan semua pihak menyetujui metode patungan makanan daripada ada perasaan yang tidak enak selama liburan.

5. Manfaatkan Teknologi

Sekarang kita sudah enggak perlu lagi pakai pulpen dan kertas buat catat pengeluaran. Kita bisa meng-update pengeluaran melalui Google documents yang di-share ke semua orang. Ada juga aplikasi Splitwise yang memungkinkan kita membuat grup di dalam aplikasi dan mencatat berbagai pengeluaran, termasuk orang yang masih utang dan memberikan piutang. Kita juga bisa mengunggah bon, membagi secara prosentase dan bahkan mengirim notifikasi via email supaya enggak perlu ada momen awkward menagih teman.

6. Hitung pengeluaran berdasarkan nilai mata uang setempat

Selalu masukkan pos pengeluaran dari nilai mata uang yang digunakan di tempat liburan. Tapi kemudian bayar dengan mata uang negara kita yang sudah dikonversikan. Seharusnya perhitungan nilai tukar tidak akan banyak berubah ketika liburan sudah selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *